KONTRAPROPAGANDA.COM
ANALISIS PASAR MODAL
2 – 15 JUNI 2026
Bursa Efek Indonesia, Suku Bunga & Nilai Tukar — Juni 2026

Koreksi, Kebijakan
& Pemulihan IHSG

IHSG terjun ke dasar 5.342 akibat koreksi saham AI global dan eskalasi AS–Iran, lalu memantul membentuk pola "V". Titik baliknya bersamaan dengan langkah Bank Indonesia menaikkan suku bunga di luar jadwal untuk menahan pelemahan rupiah.

−13,8%
Puncak ke dasar
+17,1%
Dasar ke 15 Juni
5,50%
BI-Rate (9 Jun, +25bps)
17.708
USD/IDR 15 Juni
01

IHSG — Candlestick & Kejadian

Sepuluh sesi, 2–15 Juni 2026. Lilin hijau=naik, merah=turun. Penanda diberi warna menurut jenis kejadian. Batang bawah=arus dana asing (net, Rp T).

Milestone pasar Kebijakan moneter Faktor eksternal / geopolitik
IHSG · Indeks Harga Saham Gabungan
▲ naik   ▼ turun
5,2605,4845,7085,9326,1566,38023458910111215Arus Dana Asing — Net (Rp Triliun)+4−4-3.7-2.4-3.11234567 Tanggal (Juni 2026)
1
2 JunIHSG di 6.195 — tenang sebelum koreksi.
2
5 JunAksi jual saham chip/AI global; outflow asing −Rp3,7T.
3
8 JunTITIK TERENDAH 5.342 (−13,8%). Panik global, KOSPI −8%.
4
9 JunBI naikkan suku bunga +25bps → 5,50%; IHSG rebound +7,6%.
5
10 JunAS serang Iran; CPI AS Mei panas +4,2% yoy; outflow −Rp3,1T.
6
12 JunAsing mulai net beli (+Rp0,3T) — pertama sejak koreksi.
7
15 JunPemulihan ke 6.255 (+17% dari dasar).
02

USD/IDR — Cermin Terbalik

Rupiah bergerak berlawanan dengan IHSG. Lilin merah=rupiah melemah, hijau=rupiah menguat. Perhatikan: kenaikan suku bunga 9 Juni menjadi titik balik penguatan rupiah.

USD/IDR · Kurs Dolar AS terhadap Rupiah
▲ rupiah lemah   ▼ rupiah kuat
17,56017,70617,85217,99818,14418,29023458910111215ABC Tanggal (Juni 2026)
A
8 JunRupiah terlemah — 18.198 (intraday), bersamaan dasar IHSG.
B
9 JunBI-Rate naik ke 5,50% → rupiah mulai menguat.
C
15 JunMenguat ke 17.708 seiring pemulihan pasar.
03

Kronologi Kejadian Penting

Urutan peristiwa yang menggerakkan pasar sepanjang dua pekan — dari pemicu eksternal hingga respons kebijakan dalam negeri.

5 Jun 2026 Eksternal

Aksi jual saham AI/semikonduktor global memburuk; Wall Street & bursa Asia tertekan, memicu arus keluar dana asing dari pasar berkembang termasuk Indonesia.

6 Jun 2026 Kebijakan

Pernyataan bersama Menteri Keuangan & Gubernur BI menegaskan koordinasi fiskal–moneter untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah.

8 Jun 2026 Pasar

IHSG menyentuh dasar 5.342 (−13,8% sejak awal Juni); KOSPI anjlok ~8% memicu kekhawatiran regional.

9 Jun 2026 Kebijakan ★

Bank Indonesia menaikkan BI-Rate +25 bps menjadi 5,50% dalam RDG Mingguan — di luar jadwal RDG Bulanan. Ini lanjutan kenaikan 50 bps pada Mei (ke 5,25%), demi menstabilkan rupiah dan menjaga inflasi di sasaran. Hari yang sama, IHSG rebound +7,6%.

10 Jun 2026 Geopolitik

AS melancarkan serangan ke sasaran di Iran (balasan jatuhnya helikopter AS dekat Selat Hormuz). Data inflasi AS (CPI) Mei +4,2% yoy — tertinggi sejak 2023 — menambah kekhawatiran suku bunga The Fed.

11 Jun 2026 Geopolitik

Iran mengancam menutup Selat Hormuz (jalur ~20% minyak dunia); harga minyak Brent bertahan tinggi di kisaran $94–95/barel.

17–18 Jun 2026 Akan Datang

RDG Bulanan BI terjadwal. Pasar menanti arah kebijakan suku bunga lanjutan setelah dua kenaikan beruntun.

04

Cara Membaca Situasi Ini

Empat pelajaran bagi investor pasar modal dari volatilitas Juni 2026.

1

Kebijakan moneter sebagai jangkar

Pelemahan rupiah dan arus keluar asing direspons BI dengan kenaikan suku bunga di luar jadwal. Titik balik penguatan rupiah dan rebound IHSG terjadi bersamaan — menegaskan peran kebijakan moneter sebagai jangkar saat tekanan eksternal memuncak.

2

Pemicu eksternal, bukan domestik

Koreksi dipicu saham AI global dan geopolitik AS–Iran. Begitu kebijakan merespons dan kepanikan reda, pasar pulih membentuk pola "V". Penurunan tajam tak selalu berarti kerusakan fundamental.

3

Rebound awal digerakkan domestik

Pada pantulan 9–10 Juni, asing masih net jual (−Rp2,4T & −Rp3,1T); aliran masuk baru muncul 12 Juni. Konfirmasi tren memerlukan kembalinya dana asing, bukan sekadar lonjakan harga sehari.

4

Suku bunga naik: ada konsekuensi

Kenaikan BI-Rate menstabilkan rupiah, namun menaikkan biaya dana — berdampak ke kredit, emiten sensitif bunga (properti, otomotif), dan beban utang. Cermati sektor saat menata portofolio.